Jumat, 10 September 2010 - situs ini sudah dikunjungi oleh orang | admin | english 

people to people aid


dari kita untuk sesama

kalender kegiatan
September 2010
M S S R K J S
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930
30 Hari G30S/PKI

Down and Out? Not This Neighborhood
sumber: Jakarta Globe, 11 Juli
Ayo.. Hijaukan kembali bumi Merden
sumber: Portal Kanal Warga, 30 Oktober
Kedutaan Besar AS Gelar Buka Puasa Bersama Anak-Anak
sumber: siaran-pers Kedutaan AS, 4 September
 

:.•Kami dan Pers

Media Indonesia 23 Februari 2006

Perpustakan Keliling-Bangun Minat Baca dengan Sepeda Motor

PERPUSTAKAAN keliling dengan menggunakan mobil merupakan hal lumrah. Bahkan di daerah perkotaan, mobil perpustakaan sudah menjadi pemandangan yang biasa. Tapi, apa yang dilakukan kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA) yang dikomandani Murti Bunanta justru berbeda dari kelaziman. KPBA menggunakan kendaraan bermotor roda dua sebagai sarana perpustakaan keliling.

Ide perpustakaan keliling dengan sepeda motor ini berawal dari masalah daya jangkau. Dengan mobil perpustakaan, tidak semua daerah pelosok bisa didatangi. Ketika prasarana jalan tidak mendukung atau jalan yang dilalui terlalu kecil, maka mobil perpustakaan tidak mencapai tempat yang dituju. Untuk bisa memenuhi minat baca anak-anak di pelosok, KPBA membuat perpustakaan keliling dengan sepeda motor.

"Masih banyak anak-anak yang sebenarnya punya minat baca, tetapi tidak punya bahan bacaan. Karena mereka tingga di daerah terpencil dan sulit dijangkau transportasi mobil. Ini yang menjadi ide untuk membuat perpustakaan keliling bermotor," ungkap Murti di sela peresmian perpustakaan keliling sepeda motor di kantor KPBA, jakarta, kemarin.

Perpustakaan sepeda motor, tentu bukan sekedar orang bersepeda motor dengan membawa tumpukan buku bacaan. Untuk menarik perhatian anak-anak, sepeda motor dibuat semacam rak buku. Rak itu dapat memajang puluhan sampai ratusan judul buku bacaan. Agar menarik, rak itu dilukis gambar kisah yang terdapat pada buku bacaan Timun Emas dan Joko Kendil, serta yang lainnya.

"Biaya modifikasinya memang cukup mahal. Makanya, jumlahnya pada awal ini masih sangat terbatas," ungkap Murti tanpa memberitahukan berapa dana yang dikeluarkan untuk memodifikasi sepeda perpustakaan itu. Bahkan karena keterbatasan dana, pada tahap awal KPBA hanya mampu menyediakan lima unit perpustakaan keliling bermotor (PKB). Tidak hanya itu, PKB baru dioperasikan di tiga daerah, yakni Aceh, Purwakarta, dan Maumere.

Alasan pemilihan tiga daerah itu, menurut Murti, didasarkan pada tingkat kebutuhan Aceh, misalnya, dipilih karena setelah terjadinya bencana tsunami, banyak anak-anak di pengungsian yang tidak mendapatkan kesempatan untuk membaca buku.

"Memang sudah ada perpustakaan keliling dengan mobil, tetapi tidak mampu menjangkau ke daerah-daerah yang jalannya masih rusak. Kalau pakai motor, kan bisa," ujar Murti yang juga pengajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia itu.

Begitu juga dengan Purwakarta dan Maumere. Dua daerah itu masih belum terjangkau buku bacaan. "Kami memilih daerah yang masih menganggap buku bacaan sebagai bawang mewah. Di Maumere, misalnya, ada daerah yang anak-anaknya mempunyai buku tulis saja sangat langka, apalagi buku bacaan," kata Murti.

Pengamat sosial Imam B Prasodjo, yang juga hadir dalam acara peresmian, menyayangkan minimnya perhatian orang-orang yang berlebihan uang atau konglomerat terhadap dunia perpustakaan. Beda dengan di luar negeri yang begitu banyak orang-orang kaya yang mendirikan foundation untuk kegiatan sosial, misalnya Rockfeller atau Ford.

"Makanya, saya berharap upaya KPBA ini bisa mendorong kesadaran para konglomerat di Indonesia untuk 'membuang' uangnya. Tidak hanya untuk membeli rumah yang gede-gede atau pelesiran ke luar negeri, tetapi juga bisa membantu untuk perpustakaan, termasuk perpustakaan bermotor ini," ungkapnya.

Imam menilai, seharusnya menumbuhkan minat baca sebaiknya sejak dini. Sayangnya bagi anak-anak di daerah terpencil, menumbuhkan minat baca sulit untuk dilakukan. Padahal, minat baca mereka ada, tetapi buku-buku yang mau dibaca tidak ada.

Dan untuk menumbuhkan minat baca anak-anak itu, KPBA menjalin kerja sama dengan dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat. Antara lain Pos Keadilan Peduli Umat Yayasan SOS, dan lain-lain. Eri Anugerah.

kembali

 
Yayasan Nurani Dunia
Jl. Proklamasi No. 37, Jakarta Pusat 10320, Indonesia | Tel. (+6221) 391-3768 / Fax. (+6221) 3910-579

© Nurani Dunia 2010 | didukung oleh Telkom & Plasa.com | desain by D3D1