Tuesday, September 7, 2010 - this site has been visited by visitors | admin | indonesia 

people to people aid


dari kita untuk sesama

calendar of events
September 2010
S M T W T F S
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930

 

:.•Nurani Dunia and the Press

Kompas, July 6, 2007

Pendidikan Kurang Orientasi, Transdisipliner dan Transkultural Menjadi Penting

Sistem pendidikan di Indonesia saat ini masih sangat terpengaruh dan mengikuti arus global sehingga penyelenggaraannya mengalami kekurangan dalam hal orientasi sasaran dan kesadaran terhadap potensi yang dimiliki.

"Dunia pendidikan di Indonesia dinilai pula masih kurang memerdekakan bagi peserta didik," kata Conny R Semiawan, guru besar emeritus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dalam acara bedah buku karyanya berjudul Catatan Kecil tentang Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan di Jakarta, Kamis (5/7).

Tampil sebagai pembahas dalam bedah buku itu adalah Imam B Prasodjo (sosiolog yang kini banyak terlibat dalam perbaikan sekolah rusak lewat Yayasan Nurani Dunia) dan ahli evaluasi pendidikan Hamid Hasan.

"Penyelenggaraan pendidikan seharusnya memiliki kesadaran terhadap sasaran yang ingin dicapai," kata Conny.

Menurut Conny, mendidik dalam dunia pendidikan saat ini hanyalah mentransfer pengetahuan. Para pendidik kurang menyampaikan nilai-nilai sasaran bagi para peserta didiknya.

Sekalipun ada penyampaian nilai-nilai tersebut, lanjut Conny, penyampaiannya tetap kurang menyentuh. Apalagi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya untuk pendidikan dasar dan menengah, saat ini juga dibebani dengan berbagai standardisasi, termasuk ujian nasional.

Standardisasi pendidikan seperti itu sama sekali tidak menyentuh orientasi kesadaran akan tujuan dari penyelenggaraan pendidikan. Orientasi sasaran pendidikan, menurut Conny, telah hilang bersamaan dengan ditetapkannya standar nilai dari hasil ujian.

Perlu dirombak

Imam B Prasodjo menegaskan, sebetulnya perlu diteliti ulang, apakah negara memiliki hak untuk membatasi peserta didik untuk mempelajari sesuai dengan yang diinginkan. Konsep pendidikan yang memerdekakan itu yang harus dicapai.

"Dunia pendidikan perguruan tinggi harus ada yang mulai meruntuhkan tembok-tembok jurusan. Bagi seorang mahasiswa, seharusnya dalam mengenyam pendidikan memiliki kebebasan dalam menentukan apa saja yang ingin dipelajari," kata Imam.

Imam melanjutkan, mengutip apa yang disampaikan Conny dalam buku karya terbarunya itu, seharusnya sistem pendidikan saat ini digiatkan dalam bentuk transdisipliner. Sasaran yang ingin dicapai juga dipertegas, yaitu adanya transkultural.

"Orientasi sasaran pendidikan transkultural ini sangat jelas diperlukan, mengingat kondisi budaya dari Sabang sampai Merauke sangat beragam," kata Imam Prasodjo. (NAW)

kembali

 
Nurani Dunia Foundation
Jl. Proklamasi No. 37, Jakarta Pusat 10320, Indonesia | Tel. (+6221) 391-3768 / Fax. (+6221) 3910-579

© Nurani Dunia 2010 | supported by Telkom & Plasa.com | Rebuild by PT. Onevision