Friday, September 10, 2010 - this site has been visited by visitors | admin | indonesia 

people to people aid


dari kita untuk sesama

calendar of events
September 2010
S M T W T F S
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930

 

:.•Nurani Dunia and the Press

Newsdotcom, May 9, 2007

Wajah Sendu Dunia Pendidikan : Ujian Nasional Lagi-lagi Bocor

Selain permasalahan reshuffle, dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional, Newsdotcom juga membahas kecurangan dalam penyelenggaraan Ujian Nasional di Medan. Untuk membahas hal ini, kami menghadirkan Sosiolog Universitas Indonesia Imam Prasodjo PhD, Staf Khusus dari Mendiknas RI, Teguh Juwarno Msi, serta perwakilan dari kelompok AIR MATA GURU medan. Mereka dihadirkan terkait dengan kecurangan dalam penyelenggaraan Ujian Nasional di Medan pada tanggal 17, 18, 19 April 2007. kecurangan itu dilakukan secara struktural mulai tingkat atas sampai bawah. Guru-guru terbukti membocorkan jawaban soal ujian kepada para murid dengan berbagai cara seperti lewat sms atau dibacakan di depan ruang ujian. bahkan ada murid yang rela membeli jawaban soal ujian hingga jutaan rupiah. Denni Saragih selaku koordinator dari AIR MATA GURU yang menyampaikan hal kecurangan tersebut. Pernyataan itu juga diperkuat oleh pengakuan dari siswa yang mengalaminya.

Imam Prasodjo melihat fenomena ini sebagai kesalahan pemerintah. Pemerintah menaikkan standar kelulusan bagi semua siswa secara merata. Padahal di satu sisi, pemerintah gagal menyediakan sarana dan prasarana infrasturktur pendidikan yang memadai bagi semua daerah. Masih banyak sekolah rusak, tidak mempunyai perpustakaan, jumlah guru yang minim, guru merangkap tukang kebun dan sekian permasalahan pelik lainnya. Bagaimana mau memberikan standarisasi nilai tinggi untuk kelulusan jika fasilitas gedung sekolahnya saja masih minim sekali. Sehingga mereka yang ada di lapangan menjadi stress dengan standar yang terlalu tinggi. Langkah pintasnya, mereka membantu memberikan jawaban soal ujian agar siswa dapat lulus. Seharusnya, nilai ujian nasional tidak dijadikan satu-satunya parameter bagi kelulusan siswa, tambah Imam. Biarkan guru yang menentukan kelulusan masing-masing siswanya.

Teguh sendiri memang mengakui berbagai persoalan tengah melanda dunia pendidikan di negaranya. Dirinya juga sepakat jika nilai UN dijadikan salah satu parameter kelulusan dan bukan satu-satunya. Sayangnya, dia masih bersikukuh, jika nilai UN tidak memenuhi standar yang ditetapkan, maka harus mengulang tahun depan.

Republik Mimpi memiliki tradisi memberikan Piagam Penghargaan The People Hero untuk tokoh-tokoh yang dianggap berjasa karena inisiatif, inovasi, keberanian dan terobosan di dalam masyarakat. Kali ini penghargaan tersebut diberikan kepada kelompok Air Mata Guru yang dianggap telah berani membongkar dan bersuara atas kecurangan dalam penyelenggaraan Ujian Nasional. Penghargaan ini sekaligus sebagai bukti keberpihakan Republik Mimpi di belakang perjuangan mereka.

Sebagai upaya untuk tetap balance, Newsdotcom juga membahas sikap Presiden negara tetangga Susilo Bambang Yudhoyono yang turun tangan sendiri meminta KPI untuk mengawasi acara-acara televisi yang diduga banyak membodohi masyarakat Indonesia. Dalam hal ini kepedulian Presiden negara tetangga SBY pantas diberi acungan jempol. Newsdotcom juga mengumumkan 4 Program Rakyat Miskin negara tetangga yang pada tahun ini berjumlah total 52 Triliun, dan ada 14 kriteria Rumah Tangga Miskin, data-data ini diperoleh dari Staf Khusus Presiden R.I Sardan Marbun.

kembali

 
Nurani Dunia Foundation
Jl. Proklamasi No. 37, Jakarta Pusat 10320, Indonesia | Tel. (+6221) 391-3768 / Fax. (+6221) 3910-579

© Nurani Dunia 2010 | supported by Telkom & Plasa.com | Rebuild by PT. Onevision