Selain permasalahan reshuffle, dalam rangka memperingati hari pendidikan
nasional, Newsdotcom juga membahas kecurangan dalam penyelenggaraan Ujian
Nasional di Medan. Untuk membahas hal ini, kami menghadirkan Sosiolog
Universitas Indonesia Imam Prasodjo PhD, Staf Khusus dari Mendiknas RI, Teguh
Juwarno Msi, serta perwakilan dari kelompok AIR MATA GURU medan. Mereka
dihadirkan terkait dengan kecurangan dalam penyelenggaraan Ujian Nasional di
Medan pada tanggal 17, 18, 19 April 2007. kecurangan itu dilakukan secara
struktural mulai tingkat atas sampai bawah. Guru-guru terbukti membocorkan
jawaban soal ujian kepada para murid dengan berbagai cara seperti lewat sms atau
dibacakan di depan ruang ujian. bahkan ada murid yang rela membeli jawaban soal
ujian hingga jutaan rupiah. Denni Saragih selaku koordinator dari AIR MATA GURU
yang menyampaikan hal kecurangan tersebut. Pernyataan itu juga diperkuat oleh
pengakuan dari siswa yang mengalaminya.
Imam Prasodjo melihat fenomena ini sebagai kesalahan pemerintah. Pemerintah
menaikkan standar kelulusan bagi semua siswa secara merata. Padahal di satu
sisi, pemerintah gagal menyediakan sarana dan prasarana infrasturktur pendidikan
yang memadai bagi semua daerah. Masih banyak sekolah rusak, tidak mempunyai
perpustakaan, jumlah guru yang minim, guru merangkap tukang kebun dan sekian
permasalahan pelik lainnya. Bagaimana mau memberikan standarisasi nilai tinggi
untuk kelulusan jika fasilitas gedung sekolahnya saja masih minim sekali.
Sehingga mereka yang ada di lapangan menjadi stress dengan standar yang terlalu
tinggi. Langkah pintasnya, mereka membantu memberikan jawaban soal ujian agar
siswa dapat lulus. Seharusnya, nilai ujian nasional tidak dijadikan satu-satunya
parameter bagi kelulusan siswa, tambah Imam. Biarkan guru yang menentukan
kelulusan masing-masing siswanya.
Teguh sendiri memang mengakui berbagai persoalan tengah melanda dunia
pendidikan di negaranya. Dirinya juga sepakat jika nilai UN dijadikan salah satu
parameter kelulusan dan bukan satu-satunya. Sayangnya, dia masih bersikukuh,
jika nilai UN tidak memenuhi standar yang ditetapkan, maka harus mengulang tahun
depan.
Republik Mimpi memiliki tradisi memberikan Piagam Penghargaan The People Hero
untuk tokoh-tokoh yang dianggap berjasa karena inisiatif, inovasi, keberanian
dan terobosan di dalam masyarakat. Kali ini penghargaan tersebut diberikan
kepada kelompok Air Mata Guru yang dianggap telah berani membongkar dan bersuara
atas kecurangan dalam penyelenggaraan Ujian Nasional. Penghargaan ini sekaligus
sebagai bukti keberpihakan Republik Mimpi di belakang perjuangan mereka.
Sebagai upaya untuk tetap balance, Newsdotcom juga membahas sikap Presiden
negara tetangga Susilo Bambang Yudhoyono yang turun tangan sendiri meminta KPI
untuk mengawasi acara-acara televisi yang diduga banyak membodohi masyarakat
Indonesia. Dalam hal ini kepedulian Presiden negara tetangga SBY pantas diberi
acungan jempol. Newsdotcom juga mengumumkan 4 Program Rakyat Miskin negara
tetangga yang pada tahun ini berjumlah total 52 Triliun, dan ada 14 kriteria
Rumah Tangga Miskin, data-data ini diperoleh dari Staf Khusus Presiden R.I
Sardan Marbun.