kalender kegiatan
| September
2010 |
| M
|
S
|
S
|
R
|
K
|
J
|
S
|
| | | 1 | 2 | 3 | 4 |
| 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 |
| 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 |
| 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 |
| 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | | |
|
 | |  |
| |
:.••Catatan Keuangan
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan 31 Desember 2004 dan 2003 (Dinyatakan dalam Rupiah)
1. UMUM
Yayasan Nurani Dunia (Yayasan) merupakan suatu organisasi non pemerintah yang didirikan berdasarkan Akte Notaris No.31, tertanggal 19 Mei 1999 yang dibuat di depan Poerkon Karim, berdasarkan surat keputusan wakil ketua pengadilan negeri Jakarta Pusat tertanggal 1 Maret 1999 No. 06/CN/1999/PN.JKT.PST sebagai pengganti Ny. Machmudah Rijanto, SH - Notaris di Jakarta.
Tujuan Yayasan adalah sebagai berikut:
Menjalin dan mempererat hubungan antar sesama masyarakat dari berbagai latar agama, budaya, dan golongan diseluruh dunia melalui kepedulian bersama kepada sesama manusia, khususnya di saat pertolongan sangat dibutuhkan, dengan motto “Dari Kita Untuk Sesama”
Mendorong tumbuhnya kerjasama dan saling pengertian di antara kelompok-kelompok agama, etnik, dan golongan.
Yayasan Nurani Dunia berdomisili di Jakarta dan memiliki susunan Badan Pendiri, Badan Penasehat, dan Badan Pengurus sebagai berikut:
Susunan Badan Pendiri:
- Adnan Pandupraja, SH
- Ahmad Fadilah
- Ann Shoemake, MA
- Drs. Askandi Chaniago
- Awaluddin Muhammad Hatma
- Elizabeth Fuller Collins, Ph.D.
- Ir. Hanibal Widada Yudya Wijayanta
- Imam Budi Darmawan Prasodjo, Ph.D.
- Ita Yulia Lestari, MM
- Julia Kuandy, SE
- Laode M Kamaluddin, Ph.D.
- Muhamad Arief Khumaidi, SE, SS
- Mohammad Najib, MA
- Nilwan Meiryanus, SIP
- Nurul Agustina, SS
- Sapto Wibowo, S.Sos.
Susunan Badan Penasehat:
- Laode M Kamaluddin, Ph.D.
- Elizabeth Fuller Collins, Ph.D.
- Gene Annmarell, Ph.D.
- Taufiq Ismail
- Herbert Feith
- Chaerul Umam
Susunan Badan Pengurus:
| Ketua Umum | : | Imam Budi Darmawan Prasodjo, Ph.D. |
| Ketua I | : | Nurul Agustina, SS |
| Ketua II | : | Nilwan Meiryanus, SIP |
| Ketua III | : | Ir. Hanibal Widada Yudya Wijayanta |
| Ketua IV | : | Adnan Pandupraja, SH |
| Sekum | : | Mohamad Arief Khumaidi, SE, SS |
| Sekretaris I | : | Ann Shoemake, MA |
| Bend. Umum | : | Ita Yulia Lestari, MM |
| Bendahara I | : | Julia Kuandy, SE |
| Anggota | : | Ahmad Fadilah Drs. Askandi Chaniago Mahendra Asoka, SE, MBA Awaluddin Muhammad Hatma Mohammad Najib, MA Sapto Wibowo, S.Sos. |
Jumlah pegawai yayasan adalah 11 orang.
2. SUMBER PENDAPATAN
Sumber utama pendapatan Yayasan berasal dari sumbangan dari berbagai perusahaan maupun perorangan.
Yayasan juga menerima sumbangan dalam bentuk natura/barang seperti : Buku-buku, makanan, pakaian, peralatan sekolah/olah raga, susu dsb.
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING
a. Dasar Penyajian
Laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
b. Kas dan setara kas
Untuk tujuan penyajian laporan arus kas, kas dan setara kas terdiri atas kas yang ada di tangan dan kas di bank dalam bentuk tabungan atau giro.
c. Sewa dibayar dimuka
Sewa dibayar dimuka diamortisasikan sesuai dengan masa manfaatnya, dengan menggunakan metode garis lurus.
d. Aktiva tetap
Aktiva tetap dinilai berdasarkan harga perolehan dan disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) yang didasarkan atas taksiran masa manfaat aktiva tetap, sebagai berikut:
| Peralatan kantor | 4 tahun |
| Meubelair | 4 tahun |
| Kendaraan | 8 tahun |
Biaya pemeliharaan dan perbaikan rutin dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, sedangkan perbaikan yang signifikan dikapitalisasi. Aktiva tetap yang tidak dipergunakan lagi atau dijual, dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap dan akumulasi penyusutan dikeluarkan dari akun tersebut serta laba atau rugi yang terjadi diakui sebagai laba atau rugi pada periode terjadinya.
e. Aktiva Bersih
Aktiva bersih merupakan akumulasi dana saldo awal tahun ditambahkan dengan selisih lebih antara jumlah penghasilan dengan biaya yang terjadi dalam tahun berjalan. Aktiva bersih ini diklasifikasikan berdasarkan:
Aktiva Bersih Tidak Terikat, berasal dari akumulasi saldo dana yang belum digunakan dari pendapatan yang tidak ditetapkan peruntukannya dan pemenuhan dari pembatasan pada tahun tersebut.
Aktiva Bersih Terikat Temporer, berasal dari akumulasi saldo dana yang masih dalam pembatasan penggunaannya berdasarkan penggunaan maupun waktu.
Aktiva Bersih Terikat Permanen, berasal dari akumulasi saldo dana untuk pendapatan atau sumbangan yang pembatasannya dibuat secara tetap.
f. Pengakuan pendapatan
Pendapatan diakui pada saat pembayaran/ sumbangan tersebut diterima.
g. Piutang
Piutang dinyatakan dalam nilai nominal. Yayasan tidak membuat cadangan atas piutang ragu-ragu.
4. Kas dan setara kas
Kas dan setara kas terdiri:
| 31 Desember 2004 |
| Kas | 81,466,995 |
| Kas di bank | 1,856,058,903 |
| Jumlah kas dan setara kas (Lihat Lampiran 1) | 1,937,525,898 |
5. Piutang
Piutang di muka terdiri:
| 31 Desember 2004 |
| Penyumbang | 300,000 |
| Jumlah Piutang | 300,000 |
6. Perlengkapan
Perlengkapan terdiri:
| 31 Desember 2004 |
| Kartu Memory- digital camera | 3,000,000 |
| Lain-lain | 1,153,100 |
| Jumlah Perlengkapan | 4,153,100 |
7. Sewa dibayar dimuka
Sewa dibayar dimuka terdiri:
| 31 Desember 2004 |
Sewa Rumah Jl.Tambak 2 Blok C/6, Jakarta Pusat | 4,000,000 |
| Jumlah sewa dibayar dimuka | 4,000,000 |
8. Uang muka
Jumlah uang muka terdiri:
| 31 Desember 2004 |
| Proyek Pondok Kacang | 271,776,942 |
| Proyek Pasuruan | - |
| Lain-lain operasional | - |
| Jumlah uang muka | 271,776,942 |
Uang muka untuk Proyek adalah uang muka pembelian material dan operasional untuk pembangunan Sekolah Dasar (SD). Proyek ini juga mencakup pelatihan bagi tenaga pengajarnya.
9. Aktiva tetap
Aktiva tetap terdiri:
|
Saldo 31 Des 2003 |
|
Penambahan |
|
Pengurangan |
|
Saldo 31 Des 2004 |
| Harga perolehan: |
|
|
|
|
|
|
|
| Bangunan |
|
|
|
|
|
|
|
| Peralatan kantor dan meubelair |
188,970,600 |
|
122,460,000 |
|
16,700,000 |
|
16,700,000 |
| Kendaraan |
286,800,000 |
|
77,808,000 |
|
- |
|
364,608,000 |
|
475,770,600 |
|
200,268,000 |
|
- |
|
659,338,600 |
| Akumulasi penyusutan: |
|
|
|
|
|
|
|
| Bangunan |
|
|
|
|
|
|
|
| Peralatan kantor dan meubelair |
56,752,114 |
|
62,593,171 |
|
3,131,250 |
|
116,214,035 |
| Kendaraan |
2,987,500 |
|
35,850,000 |
|
- |
|
38,837,500 |
|
59,739,614 |
|
98,443,171 |
|
3,131,250 |
|
155,051,535 |
|
416,030,986 |
|
|
|
|
|
504,287,065 |
10. Utang pajak
Utang terdiri:
| 31 Desember 2004 |
| Utang PPh. Pasal 21 | 969,097 |
| Utang PPh. pasal 23 atas sewa | - |
| Jumlah utang pajak | 969,097 |
Pajak penghasilan yayasan
Untuk tahun yang berakhir per 31 Desember 2004 dan 2003 tidak terdapat utang pajak penghasilan yayasan karena penghasilan yayasan berupa sumbangan, dan bunga tabungan serta jasa giro sudah dikenakan pajak final.
Berdasarkan Undang Undang Pajak No.7 tahun 1983 sebagaimana telah diperbaharui terakhir dengan Undang Undang Pajak No.10 tahun 1994 dan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak No. SE-34/PJ.4/1995 tertanggal 4 Juli 1995 menyatakan bahwa Yayasan dan organisasi sejenisnya hanya mempunyai kewajiban pajak yayasan jika terdapat selisih lebih antara akumulasi penghasilan yang dapat dikenakan pajak dibandingkan dengan biaya sebagai pengurang penghasilan bruto. Tidak termasuk dalam obyek pajak adalah sumbangan, pemberian dan penghasilan yang telah dikenakan pajak final.
11. Biaya masih harus dibayar
Biaya yang masih harus dibayar terdiri dari:
| 31 Desember 2004 |
| Biaya Gaji | - |
| Biaya Telepon | - |
| Jumlah biaya masih harus dibayar | - |
12. Utang lain-lain
Utang lain-lain terdiri dari:
| 31 Desember 2004 |
| Utang Leasing (PT Oto Multiartha) | 101,800,000 |
| Jumlah biaya masih harus dibayar | 101,800,000 |
Jumlah Utang lain-lain adalah utang leasing kepada PT Oto Multiartha atas kendaraan - Toyota New kijang LGX 1.8 Nopol. B 8831 KE tahun 2003, yang mana komitmen pembayaran/cicilan per bulannya dilakukan oleh Bpk. Muchlison Zaini selaku penyumbang / donatur, berdasarkan Perjanjian Pembiayaan Konsumen No. CF 013-03-03000 tanggal 24 Desember 2003, berjangka waktu selama 36 bulan mulai 6 januari 2004 sampai dengan 6 Desember 2006. |
|
 | |  |
|