
Pada Hari, Kamis, 16 Oktober 2008, lalu, telah berlangsung acara sederhana
yang bertajuk "Halal Bi Halal" di RW 01, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta
Barat. Acara ini terlaksana atas kerjasama Bank Standard Charter, Yayasan Nurani
Dunia dan Komunitas Kapuk RW 01. Hadir pada acara tersebut antara lain A. Arno
Kermaputra (Senior Manager Corporate Affairs Bank Standard Charter), Djuhri (Ketua RW 01),
sejumlah wartawan dari media cetak dan elektronik, dan tokoh masyarakat di
lingkungan tersebut.
A. Arno Kermaputra,Senior Manager Corporate Affairs Bank Standard Charter,
pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri, Minal Aidzin
Wal Faizin. Menurut Pak Arno, kedatangan mereka di Kapuk karena adanya keinginan
untuk bersilaturahmi dan mendengar secara langsung cerita masyarakat. Pihak
Bank Standard Charter, yang diwakili A. Arno Kermaputra, menyatakan
komitmennya untuk mendukung dan melanjutkan program tahap ke 2 di wilayah Kapuk
tersebut. Di antara program yang direncanakan adalah melanjutkan perbaikan akses
jalan ke sekolah sepanjang 150 meter, mengembangkan kebun hidroponik terapung,
pengolahan sampah, dan pengembangan ternak lele.
Andi Muhammad Jufri, External Relation Yayasan Nurani Dunia, menyampaikan
ucapan terima kasih kepada teman-teman dari Bank Standard Charter yang telah
menunjukkan kepeduliannya secara nyata terhadap Komunitas Kapuk. Harapannya,
kerjasama yang telah terjalin antara Bank Standard Charter, Nurani Dunia dan
komunitas Kapuk dapat terus berlanjut. "Bila kolaborasi intensif antara swasta,
pemerintah, dam masyarakat sipil dapat terus ditingkatkan., berbagai masalah
bangsa baik yang sedang dihadapi maupun yang akan datang pasti akan mudah
teratasi" ujarnya.
Djuhri, Ketua RW 01, Kelurahan Kapuk, Cengkareng Jakarta Barat, menyampaikan
terima kasih atas kepedulian pihak Bank Standard Charter dan Nurani Dunia
kepada lingkungan Kapuk, khususnya wilayah RW 01. Kemudian Djuhri juga
menceritakan kondisi awal lingkungannya yang sangat memperihatinkan dan secara
perlahan-lahan telah mulai kelihatan perubahan nyata setelah Standard Chartered
Bank dan Nurani Dunia bersama masyarakat Kapuk melakukan aksi bersama. "Saya
mewakili masyarakat Kapuk mengucapkan banyak terima kasih. Harapan kami,
kerjasama seperti ini dapat terus berlanjut" ujar Djuhri.
Acara bertajuk Halal bi Halal ini, diisi dengan acara ramah tamah, makan
siang, dan kunjungan keliling melihat kemajuan dan aktivitas masyarakat di
lingkungan Kapuk. Bank Standard Charter dan Nurani Dunia, memulai program di
wilayah ini pasca banjir besar tahun 2007. Di wilayah tersebut, terdapat
lingkungan pemukimam penduduk yang tenggelam secara permanen sejak tahun 1988
(20 tahun lalu). Padahal sebelumnya, wilayah ini menjadi daerah tertinggi dan
ini dibuktikan terdapatnya tempat pemakamam umum di lokasi tersebut. Akan tetapi
seiring pesatnya perkembangan pembangunan di sekitar wilayah tersebut (Pantai
Indah kapuk dan sekitarnya), di mana dalam proses membangun dilakukan pengurukan
(penimbunan) daerah resapan air dan rawa-rawa telah menyebabkan daerah pemukiman
penduduk menjadi daerah terendah di sekitar lingkungan tersebut. Elevasi tanah
yang rendah dari daerah-daerah sekitarnya, menyebabkan pada musim hujan air
mengalir ke wilayah lokasi pemukiman penduduk dan sejak itu (tahun 1988),
khususnya di RT 10 dan sekitarnya, terendam air secara permanen dengan
ketinggian air rata-rata sepanjang tahun 1,5 meter. Sejak itu pula, lokasi
pemakamam umum penduduk pun tidak bisa digunakan. Penduduk dengan bersusah payah
bertahan hidup di atas air, dengan kondisi fasilitas umum yang sangat
memperihatinkan. Kondisi lingkungan pun semakim memburuk, ketika sampah-sampah
mengalir ke tempat tersebut pada setiap kali terjadi banjir. Masyarakat pun
akhirnya pasrah hidup di atas air dengan lingkungan yang penuh sampah.
Namun kini, kondisi itu telah berubah setelah Nurani Dunia dan Bank Standard Charter, melihat tempat ini di awal tahun 2007. Fasilitas umum seperti
MCK, jalan akses masuk kampung dan jalan menuju sekolah telah diperbaiki.
Lingkungan pemukiman yang dipenuhi sampah dan rumput liar di atas air, telah
diubah menjali lahan ternak lele dan kebun sayur mayur. Fasilitas rumah belajar
terapung untuk pendidikan informal anak-anak telah tersedia. Bukan itu saja,
pendekatan pembangunan masyarakat yang partisipatif dan terpadu tersebut, telah
memunculkan kelompok masyarakat responsif, yang memiliki solidaritas tinggi, dan
siap bekerjasama merespon segala masalah yang terhadang secara kolektif.
Akhirnya, keceriaan masyarakat dari berbagai lapisan pun tidak dapat lagi
disembunyikan. Inilah makna dan hasil sesungguhnya ketika kita mau "menyambung
hati" berbagai sesama.