
Bulan depan, rakyat Indonesia akan memperingati hari kemerdekaan yang ke-62.
Namun, buat warga di wilayah Jalan Bonang, Kelurahan Pengangsaan, persis di
belakang Monumen Proklamasi Kemerdekaan, mungkin akan masih diliputi suasana
berkabung. Di hari Rabu, jam 12.30, api dari salah satu rumah penduduk di
perkampungan mereka tiba-tiba berkobar, merambat dengan cepat menghanguskan
sedikitnya 42 rumah warga miskin, dan segera mengusir lebih dari 153 warga yang
tinggal di dalamnya. Anak-anak dan orang dewasa mendadak harus tinggal dalam
tenda-tenda darurat atau mengungsi di tempat tetangga dan teman.
Melihat keadaan ini, Yayasan Nurani Dunia tergerak untuk membantu warga yang
kini tengah menderita. Sejak terjadi musibah ini, segenap relawan segera
mendukung warga untuk bergotong-royong membersihkan puing-puing rumah dan sampah
yang bertebaran. Para donatur lain berdatangan membawa bahan makanan dan pakaian
untuk membantu mereka lepas dari bahaya kelaparan dan kedinginan di malam hari.
Namun, segenap warga korban kebakaran bermimpi dapat hidup normal kembali.
Mereka menginginkan di hari kemerdekaan nanti betul-betul dapat merasakan
kemerdekaan yang sebenarnya, yakni terbebas dari penderitaan dengan tidak lagi
menginap di tenda-tenda dan makan tergantung belas kasihan donatur. Mereka ingin
segera mandiri seperti warga lain.
Apa yang dapat kita lakukan utuk membantu warga yang terkena musibah di
perkampungan yang berada persis di Monumen Kemerdekaan ini ? Mampukah seluruh
anggota masyarakat Jakarta bergabung dengan berbagai perusahaan mengulurkan
tangan membantu warga untuk pembangunan kembali rumah mereka ?
Untuk itulah, pada hari ini PT. PLN (Persero) distribusi Jakarta dan
Tangerang memberi bantuan awal berupa besi bahan bangunan seharga Rp. 25 Juta.
Sumbangan ini sebagai bentuk kepedulian PT. PLN melihat warga yang menderita.
Sebelumnya, Ibu Meuthia Hatta mengirimkan 40 sak semen dan 2250 bata langsung ke
lokasi musibah. Donatur lain, menjanjikan bahan bangunan lain untuk mendukung
agar impian warga kampung Bonang menjadi kenyataan.
Nurani Dunia berkeyakinan bahwa pada 17 Agustus 2007 nanti, dengan bantuan
semua pihak, semua anak-anak dan orang dewasa, yang kini berada di tenda-tenda
akan dapat ikut menghadiri upacara kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 62
dengan gembira.