
Pada hari Minggu, 26 November 2006 Rumah Belajar Komunitas Proklamasi di
Jalan Matraman Jaya, Jakarta Pusat, kembali diramaikan dengan acara yang
bertajuk "Green World Bonang Fun Day". Acara tersebut merupakan
rangkaian kegiatan Eco-magination, sebuah kegiatan tahunan General Electric (GE)
yang dilaksanakan di seluruh dunia.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah relawan dari GE, Yayasan Nurani Dunia,
remaja dan ibu-ibu Rumah Belajar Komunitas Proklamasi. Beberapa kegiatan yang
dilakukan adalah pengecatan dan penataan rak-rak tanaman vertikultur (tanaman
dalam rak yang disusun bertingkat) dan tambulampot (tanaman buah dalam pot),
serta demonstrasi sablon pakaian oleh remaja-remaja Rumah Belajar Komunitas
Proklamasi. Acara ini juga dijadikan hari pencanangan pengembangan tanaman
vertikultur dan tambulampot di kawasan Rumah Belajar Komunitas Proklamasi.
Ani Rahardjo dari GE mengajak warga Komunitas Proklamasi untuk dapat membuat
lingkungannya menjadi kampung hijau, seperti di lingkungan yang pernah
dikunjungi yaitu Banjarsari dan lain-lainnya. "Mari kita teruskan agar
cita-cita kita terwujud," ujar Ani mengakhiri sambutannya.
Sementara itu, Imam B. Prasodjo, Direktur Nurani Dunia, pada penutupan acara
mengajak ibu-ibu yang telah belajar tentang vertikultur dan tambulampot, untuk
mengamalkan ilmunya serta mengajak tetangganya untuk berbuat yang sama.
"Semoga impian menjadikan lingkungan kampung ini menjadi hijau dan bersih
dapat tercapai di masa akan datang," ujar Imam.
Pelatihan Tambulampot, Vertikultur dan Pembuatan Pupuk Bokashi
Sebelum kegiatan pada hari Minggu 26 November 2006 ini, sejumlah ibu-ibu
Komunitas Proklamasi mendapat pelatihan dalam pengembangan tanaman vertikultur
dan tambulampot serta cara membuat pupuk bokashi. Kegiatan ini berlangsung pada
hari Sabtu, 11 November 2006, di Kebun Agro Trisari, Cibogo, Bogor.
Imam Prasodjo, Direktur Nurani Dunia, dalam pengarahannya sebelum peserta
diberangkatkan ke Cibogo, Bogor, menyampaikan harapannya agar ibu-ibu dari
Komunitas Proklamasi akan mempraktekkan ilmu yang akan didapat dan bila sudah
berhasil akan mengajarkannya ke tetangga-tetangga lainnya. "Walaupun
belajar hanya satu hari, tapi spiritnya diharapkan sampai 1-2 tahun akan datang.
Kalau ini berhasil, semoga Komunitas Proklamasi dapat menjadi kampung seperti
Banjarsari dan kampung-kampung hijau lainnya," ujar Imam.
Ibu Tuty Purwani, pemilik Kebun Agro Trisari dalam kata sambutannya
menyampaikan rasa terima kasih dan bangganya kepada ibu-ibu Komunitas Proklamasi
yang mau belajar dan berkunjung ke kebun Agro Trisari. Ibu Tuti menjelaskan
bahwa dirinya walaupun tidak memiliki latar belakang pertanian, tapi karena hobi
dan cinta pada tanaman maka dia dapat mengembangkan kebun tersebut. Beliau
mengajak peserta pelatihan dari Komunitas Proklamasi dan guru-guru dari Desa
Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, untuk memulai usaha ini dengan cinta.
"Saya yakin dengan cinta, mudah-mudahan ibu-ibu dan bapak-bapak dapat
mengembangkan tanaman tambulampot dan vertikultur di tempat masing-masing,"
ujar Ibu Tuty dalam sambutannya.